Tampilkan postingan dengan label physics. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label physics. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Juli 2013

percobaan Termometer Sederhana

Membuat Termometer Sederhana

Tujuan :
Setelah melakukan percobaan ini mahasiswa di harapkan, dapat : membuat termometer sederhana.

Dasar Teori                       
Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu (derajat panas atau dingin) suatu benda.Termometer menggunakan zat yang mudah berubah sifat  akibat perubahan suhu (sifat termometrik benda). Raksa (Hg) dan Alkohol mudah memuai akibat perubahan suhu, sifat termometrik inilah yang dipakai pada termometer zat cair.
Namun kita juga bisa membuat termometer sendiri dengan bahan-bahan yang ada disekitar kita, yaitu yang disebut dengan termmeter sederhana.
Alat dan Bahan :
1.      Air atau alkohol
2.      Pewarna
3.      Botol
4.      Sedotan
5.      Malam/ plastisin atau tanah liat
Langkah Kerja :
1.      Menuangkan sedikit air yang diberi warna ke dalam botol.
2.      Memasukkan sedotan minuman hingga menyentuh permukaan air dalam botol.
3.      Menutup dengan rapat-rapat sekeliling ujung lubang leher botol dengan plastisin atau tanah liat sehingga tidak ada udara yang bisa masuk.
4.      Menggosok dengan tangan botol tersebut atau menempelkan kain hangat pada botol dan jika diperhatikan baik-baik air dalam sedota akan mulai naik.

Data Hasil Pengamatan
Hasil yang didapat dari percobaan ini yaitu air naik melalui sedotan, ketika botol terasa hangat setelah botol digosok dengan tangan.


Pembahasan
Hal pertama yang dilakukan dalam percobaan ini yaitu menyiapkan alat dan bahan, kemudian mengikuti langkah percobaan sesuai dengan petunjuk percobaan, setelah itu melakukan pengamatan dn mencatat hasilnya.
Hasil yang didapat dari percobaan ini yaitu air naik melalui sedotan, ketika botol terasa hangat setelah botol digosok dengan tangan.
Hal ini disebabkan karena udara yang terhalang di dalam botol akan memuai saat pemanasan dan menekan ke permukaan air. Hal ini menyebabkan air di dalam sedotan bergerak naik. Naiknya air menunjukkan tingkat panas pada saat itu.

Kesimpulan

Kesimpulan yang didapat dari percobaan ini yaitu dengan adanya pemuaian pada air yang terdapat dalam satu wadah, maka akan menyebabkan penekanan pada permukaan air, sehingga air dalam sedotan akan naik ke atas seperti halnya pada saat termometer menunjukkan skala pada umumnya.
[ ... ]

Percobaan Memasukkan dan Mengeluarkan Telur di dalam botol

Percobaan 3 : Memasukkan dan Mengeluarkan  Telur di dalam botol

Tujuan :
Setelah melakukan percobaan ini mahasiswa di harapkan, dapat : Memasukkan dan mengeluarkan telur ke dalam botol dan menjelaskan kosep fisikanya.

Dasar Teori
Bila memasukan api dari batang korek api kedalam botol, suhu udara didalam botol akan naik. Karena suhu udaranya naik, pergerakan molekul udara menjadi agresif, sehingga telurpun bergerak. Beberapa saat kemudian, oksigen di dalam botol akan terpakai semuanya untuk menyalakan api. Akhirnya Api dikorek pun padam. Bila Apinya padam suhupun menurun drastis dan tekanan udarapun menurun. Ini membuat tekanan udara luar lebih tinggi dari tekanan udara dalam botol, sehingga akan mendorong Telur masuk kedalam botol.
Konsep yang digunakan untuk mengeluarkan telur dari dalam botol juga sama halnya dengan memasukkan telur dari dalam botol, yang berbeda hanyalah melakukan hal yang sebaliknya, yaitu dengan meningkatkan tekanan di dalam botol sehingga lebih tinggi dari tekanan di luar botol.

Alat dan Bahan :
a.       Sebuah botol yang memiliki diameter mulut yang cukup besar, namun tidak dapat dilalui sebutir telur
b.      Sebutir telur ayam yang telah direbus dan dikupas kulitnya
c.       Beberapa lembar kertas
d.      Korek api
e.       Beberapa butir dry ice (biang es)

Langkah Kerja :
·         Memasukkan telur ke dalam botol
1.      Menyiapkan botol dan telur yang akan digunakan
2.      Membakar selembar kertas kemudian segera memasukkan ke dalam botol
3.      Segera meletakkan telur diatas mulut botol segera saat api menyala
4.      Memberi sedikit tekanan, hal ini dimaksudkan agar botol menjadi terisolasi dari udara luar
5.      Mendiamkan beberapa saat, maka telur perlahan-lahan akan masuk ke dalam botol
·         Mengeluarkan telur dari dalam botol
1.      Memasukkan beberapa butir dry ice ke dalam botol
2.      Membalik botol sehingga telur terletak pada mulut botol bagian dalam, usahakan jangan sampai ada dry ice yang keluar
3.      Menjaga agar dry ice tidak terlalu lama menyentuh telur, mendiamkan beberapa saat sampai telur keluar seluruhnya dari dalam botol.

Data Hasil Pengamatan
Hasil yang didapat dari raktikum ini yaitu ketika kertas dibakar dan dimasukkan ke dalam botol, dan telur diletakkan di mulut botol dan diberi sedikit tekanan, telur perlahan-lahan masuk ke dalam botol.
Tahap kedua dalam mengeluarkan telur dari botol setelah memasukkan dry ice di dalam botol, kemudian botol dibalik, lama-kelamaan secara perlahan telur keluar dari dalam botol.

Pembahasan

http://www.citejournal.org/articles/v7i3editorial_fig2.jpg

·         Memasukkan telur dalam botol
Dalam percobaa memasukkan telur ke dalam botol ini, hal pertama yang dilakukan yaitu menyiapkan alat dan bahan, kemudian melakukkan percobaan sesuai dengan langkah-langkah yang terdapat dalam diktat praktikum. Anggapan dasarnya adalah bahwa nyala api dapat terjadi ketika terdapat kandungan oksigen dalam jumlah yang cukup di dalam udara. Kemudian dalam proses pembakaran ini akan menghabiskan sejumlah mol oksigen sesuai dengan jumlah yang diperlukan dalam pembakaran tersebut. Pada saat kertas yang telah terbakar dimasukkan ke dalam botol, api tersebut akan terus menyala sambil mereaksikan antara oksigen dengan kertas. Lama-kelamaan jumlah oksigen dalam botol akan habis.
Sebagaimana yang telah diketahui bahwa jumlah mol zat yang bereaksi sebanding dengan tekanannya ( pV = nRT), maka pada saat jumlah mol oksigen dalam botol berkurang, tekanan dalam botol pun akan turun. Hal ini menyebabkan tekanan udara dalam botol akan lebih rendah daripada tekanan udara luar. Akibatnya telur akan mendapat tekanan dari luar sehingga perlahan-lahan telur akan terlihat seolah-olah terhisap ke dalam botol sampai masuk seluruhnya ke dalam botol.
·         Mengeluarkan telur dari dalam botol
Setelah memaskkan telur ke dalam botol, kemudian praktkan harus bisa mengeluarkannya dari dalam botol. Konsep yang digunakan untuk mengeluarkan telur dari dalam botol tidak banyak berbeda dari proses memasukkan telur ke dalam botol, yang berbeda hanyalah melakukan hal yang sebaliknya, yaitu dengan meningkatkan tekanan di dalam botol sehingga lebih tinggi dari tekanan di luar botol.
Dengan memasukkan dry ice ke dalam botol mampu menaikkan tekanan di dalam botol tersebut. Sebagaimana yang telah diketahui bahwa bahan dasar pembuat dry ice adalah semacam gas yang dipadatkan, maka dalam suhu kamar dry ice akan menyublim dan menghasilkan gas. Nah, gas inilah yang digunakan untuk mendorong telur keluar dari dalam botol.

Kesimpulan
Dari percobaan yang kami lakukan dapat disimpulkan bahwa telur dapat masuk ke dalam botol karena adanya perbedaan tekanan. Tekanan dalam botol yang rendah menyebabkan telur dapat masuk ke dalam botol.
Sebaliknya, telur dapat keluar dari dalam botol karena tekanan dari dalam botol lebih tinggi daripada tekanan diluar botol, yaitu dengan memberikan dry ice di dalam botol untuk menaikkan suhu di dalam botol.

Jadi, konsep fisika yang digunakan dalam percobaan ini yaitu tentang tekanan udara.
[ ... ]

Laporan Termodinamika II

Percobaan 2 : Aliran kalor secara konduksi

Tujuan :
Setelah melakukan percobaan ini mahasiswa di harapkan, dapat : Menunjukkan terjadinya peristiwa konduksi.

Dasar Teori
Konduksi adalah proses perpindahan kalor di mana kalortersebut mengalir dari daerah bersuhu tinggi ke daerah bersuhu rendah dalam suatumedium atau antara medium yang berlainan yang bersinggungan secara langsung.Konduksi dapat berlangsung dalam zat padat, zat cair, atau zat gas. Konduksi kalor pada banyak materi dapat digambarkan sebagai hasil tumbukan molekul-molekul. Pada logam,menurut teori modern, tumbukan antara elektron-elektron bebas di dalam logam dan dengan atom logam tersebut terutama mengakibatkan untuk terjadinya konduksi.
Alat dan Bahan :
a.       Lilin
b.      Korek api
c.       Penggaris
d.      Kain
Langkah Kerja :
1.      Menyalakan lilin dengan menggunakan korek api
2.      Memegang ujung penggaris besi yang akan dibakar bagian ujung yang lainnya dengan menggunakan kain.
3.      Memanaskan ujung penggaris besi diatas lilin.
4.      Setelah sekian lama, meletakkan penggaris di atas meja, kemudian meraba bagian ujung yang tidak dipanasi di atas lilin. Mencatat apa yang didapat.
5.      Menyimpulkan kegiatan tersebut.

Data Hasil Pengamatan
Hasil yang didapat dari percobaan ini yaitu setelah beberapa menit kemudian ujung penggaris besi yang tidak dipanaskan diatas lilin terasa hangat, dan jika teralu lama makan akan terasa panas.

Pembahasan

http://htmlimg2.scribdassets.com/2pje07omio1p1vdy/images/3-2c33c54b6d.jpg

Dalam perobaaan aliran secara konduksi ini,  alat dan bahan yang diperlukan sangat sederhana. Hal pertama yang dilakukan yaitu menyiapkan alat dan bahan, kemudian melakukan percobaan, kemudian melakukan pengamatan.
Pada waktu melakukan pengamatan, lama-kelamaan ujung penggaris besi yang tidak dipanasi dengan menggunakan lilin terasa hangat kemudian terasa panas. Hal ini dapat dijelaskan yaitu pada ujung penggaris yang dipegang oleh pengamat terasa hangat karena adanya perpindahan kalor melalui besi.

Kesimpulan
Kesimpulan yang didapat dari percobaan ini yaitu pada percobaan memanaskan penggaris besi diatas lilin terjadi pepindahan kalor secara konduksi.
Konduksi adalah perpindahan kalor melalui suatu zat, disertai perpindahan partikel-partikel zat tersebut dari daerah bersuhu tinggi ke suhu rendah.


[ ... ]

Termodinamika

Percobaan : Aliran kalor secara konveksi

Tujuan :
Setelah melakukan percobaan ini mahasiswa di harapkan, dapat : Menunjukkan terjadinya peristiwa konveksi.

Dasar Teori
Konveksi adalah proses dimana panas dipindahkan oleh gerak massa molekul-molekul dari suatu tempat ke tempat lain. Konveksi melibatkan gerak molekul-molekul pada jarak yang besar. Konveksi merupakan mekanisme utama perpindahan panas dalam fluida di sekitar kita. Konveksi dapat terjadi secara alami atau paksa. Dalam konveksi alami gaya apung suatu fluida yang dipanaskan mengarahkan gerakannya. Bilamana fluida (gas atau cair) dipanaskan, bagian itu mengembang dan mempunyai massa jenis lebih rendah dibandingkan sekelilingnya sehingga bergerak naik. Dalam konveksi paksa, pompa atau peniup mengarahkan fluida yang dipanaskan ke tujuannya. Laju Q/t dimana benda memindahkan fluida ke sekitarnya kira-kira sebanding dengan luas penampang A benda yang bersentuhan dengan fluida dan perbedaan temperature Ξ”T antara keduanya.Dengan h adalah koefisien konveksi yang tergantung pada bentuk dan arah benda.
Peristiwa konveksi dapat ditunjukkan juga pada kegiatan arus konveksi dalam air. Pemanasan air dalam bejana yang telah dicampur dengan serbuk gergaji akan menunjukkan bagaimana pergerakan konveksi dalam air terjadi.

Alat dan Bahan :
a.       Lilin
b.      Serbuk gergaji
c.       Batu bata 4 buah
d.      Air
e.       Gelas bening
f.       seng




Langkah Kerja :
1.      Menyiapkan alat-alat seperti diatas.
2.      Memasukkan air ke dalam gelas bening yang diletakkan diatas seng dan menyalakan lilin yang berada di bawahnya.
3.      Memasukkan serbuk gergaji ke dalam air.
4.      Mengamati serbuk gergaji sebelum air mendidih dan setelah air mendidih.
5.      Menyimpulkan kegiatan tersebut.

Data Hasil Pengamatan
Hasil yang didapat dari percobaan ini yaitu :
Air sebelum dipanaskan
Air setelah dipanaskan dan mendidih
Sebelum dipanaskan serbuk gergaji ada yang di dasar gelas ada pula yang berada di atas gelas
Ketika air sedikit mendidih, serbuk gergaji tersebut mulai bergerak berputar-putar, yang tadinya diatas turun ke bawah yang tadinya di bawah naik ke atas.
Pada saat air benar-benar mendidih pergerakan serbuk gergaji semakin cepat.

Pembahasan
http://htmlimg2.scribdassets.com/2pje07omio1p1vdy/images/3-2c33c54b6d.jpg
Pada percobaan ini, hal pertama yang dilakukan adalah menyiapkan alat dan bahan, kemudian mengikuti langkah-langkah yang tertera pada diktat praktikum,kemudian mengamati serbuk gergaji, dan mencatat hasilnya.
Pada saat serbuk gergaji di panasi di dalam gelas yang berisi air, dalam dijelakan sebagai berikut :
1. Saat bejana belum panas serbuk gergaji yang ada di dasar ada pula yang berada dipermukaan air.
2.    Saat bejana mulai memanas hingga air didalamnya mendidih, serbuk-serbuk gergaji tersebut bergerak berputar-putar mengitari aliran air, yang semula berada diatas berputar kebawah, begitupun sebaliknya secara acak.
3.    Massa jenis air yang berada di bawah setelah dipanaskan menjadi lebih kecil dibandingkan dengan massa jenis air yang ada di atas sehingga moleku-molekul air yang tadinya di bawah (dekat dengan api) akan naik ke atas, ini dapat dilihat dari pergerakan serbuk gergajinya.


Kesimpulan

Kesimpulan yang didapat dari percobaaan ini yaitu pada air yang mendidih terjadi peristiwa konveksi yaitu perpindahan panas karena perbedaan massa jenis antara bagian zat air yang panas dengan bagian zat air yang dingin. Hal ini diperlihatkan oleh serbuk gergaji yang bergerak naik dari bawah ke atas begitupun sebaliknya  mengikuti aliran air secara acak.
[ ... ]

Rabu, 26 Juni 2013

Sekilas OPTIKA

A.    Sejarah dan Pengertian Cahaya.
Pada awalnya, ketika  zaman Isac Newton (1642-1727), sebagian besar para ilmuwan masih mengartikan bahwa cahaya terdiri dari aliran partikel-partikel (dinamakan benda-benda kecil) yang dipancarkan oleh sumber cahaya. Hingga akhirnya pada tahun 1665, bukti mengenai sifat gelombang pada artikel mulai ditemukan oleh Galileo dan beberapa ilmuwan lain. Hingga pada permulaan abad ke-19 bukti nyata bahwa cahaya adalah sebuah gelombang telah tumbuh dengan meyakinkan
Cahaya merupakan gelombang transversal yang termasuk gelombang elektromagnetik. Cahaya adalah sesuatu yang memancar dari mata kemudian berkembang bahwa cahaya  muncul dari objek yang terlihat dan memasuki mata.pada bidang fisika cahaya diartikan sebagai radiasi elektromagnetik, baik dengan panjang gelombang kasat mata maupun yang tidak. Akan tetapi pada akhirnya teori gelombang tidak berhasil menjelaskan semua sifat-sifat cahaya, khusunya tentang interaksi cahaya dengan materi. Hingga pada tahun 1887, di perkenalkan kembali sebuah model partike; cahaya yang partikel-partikel tersebut dengan foton. Dari sini cahaya memiliki 2 pengertian yakni cahaya merupakan gelombang elektromagnetik dan partikel. Sehingga dikenal dengan “Dualisme gelombang-partikel” . Paket cahaya yang disebut spektrum kemudian dipersepsikan secara visual oleh indera penglihatan sebagai warna.
Laju cahaya didapat dari pengamatan astronomis periode I. Yakni salah satu satelit dari Jupiter. Periode ini ditemukan dengan mengukur waktu antara dua gerhana yakni ketika bulan Io lenyap dibelakang Jupiter. Pada saat ini periode gerhana kira-kira 42,5 jam, dengan menggunakan pengukuran yang dibuat ketika bumi menjauhi ataupun mendekati Jupiter. Karena dari pengukuran didapat selisih yang hanya 15 menit dari nilai rata-rata, sehingga ketidakcocokannya sulit diukur secara akurat.
Cahaya ada 2 macam, yaitu: cahaya yang berasal dari benda itu sendiri, seperti matahari, senter, lilin, dan lampu. Dan cahaya yang memancar dari benda akibat memantulnya cahaya pada permukaan benda tersebut dari sumber cahaya
B.     SIFAT- SIFAT DAN KARAKTERISTIK CAHAYA
Adapun sifat-sifat atau karakteristik cahaya secara umum adalah :
  1. Dapat terlihat oleh mata
  2. Memiliki arah rambat yang tegak lurus dengan arah getar (trasversal)
  3. Merambat menurut garis lurus
  4. Memiliki energi
  5. Dipacarkan dalam bentuk radiasi
  6. Dapat mengalami pemantulan, pembiasan, interferensi, difraksi (lenturan) dan polarisai (terserap sebagian arah getarnya).
Dari beberapa sifat-sifat umum cahaya di atas, kami akan menjelaskan beberapa dari sifat-sifat tersebut, meliputi ;
1.      Sifat cahaya yang merambat lurus
Contohnya pada lampu senter dan lampu kendaraan bermotor. Oleh karenanya cahaya yang merambat digambarkan sebagai garis lurus berarah yang disebut sinar cahaya, sedangkan berkas cahaya terdiri dari beberapa garis berarah. Berkas cahaya bisa paralel, divergen (menyebar)atau konvergen (mengumpul).
2.      Cahaya menembus benda bening.
Dapat terlihat jika kita mengarahkan senter atau sinar lampu pada sebuah kaca yang bening atau sebuah plastik. Sinar tersebut dapat kita lihat karena cahaya dapat menembus benda bening. Jika cahaya mengenai benda yang gelap (tidak bening) misalnya pohon, tangan, mobil, maka yang terbentuk adalah bayangan.
3.      Cahaya dapat dipantulkan (refleksikan) dan biaskan (refraksikan)
Refleksi (pemantulan) adalah perubahan arah rambat cahaya ke arah sisi (medium) asalnya, setelah menumbuk antar muka dua medium . Pemantulan terjadi pada bidang batas antara dua medium berbeda seperti sebuah permukaan udara kaca yang mana sebagian energinya datang dipantulkan dan sebagian lagi ditrasmisikan.
·         pemantulan bias  (tidak teratur). Pemantulan ini terjadi dalam bidang yang kasar atau tidak rata, sehingga sinarnya dipantulkan secara acak.
     
·         pemantulan sempurna. Terjadi apabila permukaan yang digunakan datar, licin dan rata. Sehingga pantulan yang dihasilkan dalam bentuk yang sejajar
                                                                                 


                                  Hukum pemantulan cahaya.
Pada saat sinar mendatangi permukaan cermin datar, cahaya akan dipantulkan . Garis yang tegak lurus bidang pantul disebut garis normal. Pengukuran sudut datang dan sudut pantul dimulai dari garis ini. Sudut datang, adalah sudut yang dibentuk oleh garis normal  dan sinar datang, sedangkansudut pantul (r) adalah sudut yang dibentuk oleh garis normal dan sinar pantul.






Refraksi (pembiasan) dapat didefinisikan dengan ketika sebuah berkas cahaya mengenai sebuah permukaan bidang batas yang memisahkan dua medium yang berbeda dengan perubahan arah dari sinar yang ditransmasikan. Gelombang yang ditransmasikan adalah hasil interferensi dari gelombang datang dan gelombang yang dihasilkan oleh penyerapan dan radiasi ulang energy cahaya oleh atom-atom dalam medium tersebut.
 Arah pembiasan cahaya dibedakan menjadi dua macam yaitu :
a. mendekati garis normal
Cahaya dibiaskan mendekati garis normal jika cahaya merambat dari medium optik kurang rapat ke medium optik lebih rapat, contohnya cahaya merambat dari
udara ke dalam air.
b. menjauhi garis normal
Cahaya dibiaskan menjauhi garis normal jika cahaya merambat dari medium optik lebih rapat ke medium optik kurang rapat, contohnya cahaya merambat dari dalam air ke udara.
Syarat-syarat terjadinya pembiasan :
Ø Haya melalui dua medium yang berbeda kerapatan optiknya
Ø Cahaya datang tidak tegaklurus terhadap bidang batas (sudut datang lebih kecil dari 90 derajat
                               
4.      Dapat mengalami pelenturan (difraksi)[1]
Difraksi adalah penyebaran gelombang, contohnya cahaya, karena adanya halangan. Semakin kecil halangan, penyebaran gelombangsemakin besar. Hal ini bisa diterangkan oleh prinsip Huygens. Pada animasi pada gambar sebelah kanan atas terlihat adanya pola gelap dan terang, hal itu disebabkan wavelet-wavelet baru yang terbentuk di dalam celah sempit tersebut saling berinterferensi satu sama lain. Ada dua macam difraksi: difraksi celah tunggal dan difraksi celah majemuk.
5.      Dapat dijumlahkan (interferensi)[2]
Interferensi adalah interaksi antar gelombang didalam suatu daerah. Interferensi dapat bersifat membangun dan merusak. Bersifat membangun jika beda fase kedua gelombang sama sehingga gelombang baru yang terbentuk adalah penjumlahan dari kedua gelombang tersebut. Bersifat merusak jika beda fasenya adalah 180 derajat, sehingga kedua gelombang saling menghilangkan.

6.      Dapat diuraikan (dispersi)[3]
Dispersi adalah kebergantungan laju gelombang dan indeks refraksi pada panjang gelombang. Dispersi sering juga disebut chromatic dispersion merupakan suatu fenomena saat phase velocitysuatu gelombang bergantung kepada frekuensinya atau pada saatgroup velocity gelombang tersebut bergantung pada frekuensi.Dispersi terjadi karena cahaya dengan berbagai macam frekuensimempunyai phase velocity yang berbeda-beda, hal ini dapat disebabkan oleh material dispersion dan waveguide dispersion.
7.      Dapat diserap arah getarnya (polarisasi)[4]
Polarisasi cahaya atau polarisasi optik adalah salah satu sifat cahaya yakni jika cahaya itu bergerak beroscillasi dengan arah tertentu. Cahaya juga dikategorikan sebagai gelombang transversal; yang berarti bahwa cahaya merambat tegak lurus terhadap arah rambatannya. Adapun syaratnya adalah bahwa gelombang tersebut mempunyai arah rambatan tegak lurus terhadap bidang rambatannya.Gelombang bunyi misalkan tidak dapat terpolarisasi karena dia bukan gelombang transversal. Suatu cahaya dikatakan terpolarisasi apabila cahaya itu bergerak merambat mengutamakan arah tertentu. Arah rambatan suatu gelombang dicirikan arah vektor bidang listrik gelombang tersebut. Sebagai arah polarisasi dicirikan dari arah vektor bidang magnetnya.
Beberapa macam jenis polarisasi: polarisasi linear (garis lurus), polarisasi melingkar, polarisasi ellips. Gelombang dengan polarisasi melingkar dan polarisasi ellips dapat diuraikan menjadi 2 gelombang dengan polarisasi tegak lurus. Polarisasi linear adalah ketika cahaya merambat hanya dengan satu arah yang tegak lurus terhadap arah rambatan atau bidang listriknya.
Empat fenomena yang menghasilkan cahaya yang terpolarisasi dari cahaya yang tidak terpolarisasi yaitu: (1) absorbsi (penyerapan), (2) hamburan, (3) pemantulan, (4) pembiasan ganda (Birefringence, -pembentukan pita gelap terang secara berulang-ulang dari dua arah yang juga disebut pembiasan ganda).
SIFAT-SIFAT CAHAYA PADA BENDA OPTIK
Adapun alat optik pembentuk bayangan yang paling sederhana, yakni cermin dan lensa.
A.    CERMIN
Merupakan permukaan yang licin dan dapat menciptakan pantulan sehingga membentuk bayangan. Adapapun mengenai pencerminan pada cermin adalah:
Adapun sifat-sifat cahaya yang dihasilkan oleh cermin tentunya berbeda-beda sesuai dengan bentuk permukaan cermin tersebut. Berdasarkan permukaannya, cermin dikelompokkan menjadi tiga, yaitu cermin datar, cermin cekung, dan cermin cembung.
Γ΅    Cermin datar, adalah cermin yang permukaan pantulnya datar. Sifat-sifat bayangan pada cermin datar :
1. Bayangan yang terjadi sama besar dengan benda.
2. Jarak bayangan ke cermin = jarak benda ke cermin.
3. Tinggi bayangan = tinggi benda.
4. Bayangan bersifat maya, tegak, dan di belakang cermin.
5. Bayangan cermin tertukar sisinya, artinya bagian kanan benda  menjadi bagian kirinya.
6. Bayangan cermin merupakan bayangan semu, artinya bayangan tidak dapat ditangkap oleh layar.

Γ΅    Pemantulan cahaya pada cermin cekung
Sebagian cermin berbentuk cekung. Cermin demikian biasanya merupakan bagian dari permukaan yang berbentuk bola. Pusat bulatan yang membentuk bagian cermin itu disebut pusat lengkungan. Garis yang melewati bagian tengah cermin dan pusat lengkungan merupakan sumbu utama.
Pada cermin cekung, sinar cahaya yang sejajar dengan sumbu utama setelah dipantulkan dari permukaan cermin akan lewat melalui satu titik atau sangat dekat dengan titik itu. Titik ini disebut dengan fokus utama. Fokus utama ini berada pada sumbu utama, ditengah-tengah antara pusat lengkungan dan permkaan cermin. Ini disebut fokus sejati karena sinar cahaya sebenarnya melewatinya.
Untuk dapat melukis bayangan yang dibentuk oleh cermin cekung, biasanya digunakan tiga sinar istimewa. Sinar istimewa sinar datang yang lintasannya mudah diramalkan tanpa harus mengukur sudut datang dan sudut pantulnya. Tiga sinar istimewa pada cermin cekung adalah:
ΓΌ  Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan melalui titik fokus
ΓΌ  Sinar datang melalui titik fokus dipantulkan sejajar dengan sumbu utama

ΓΌ  Sinar datang menuju titik pusat kelengkungan cermin dipantulkan kembali melalui titik pusat kelengkungan juga
Sifat-sifat bayangan pada cermin cekung:
  • Jika benda berada di ruang I, maka bayangan berada di ruang IV. Sifat bayangannnya adalah maya, tegak, dan diperbesar.
  • Jika benda berada di ruang II, maka bayangan berada di ruang III. Sifat bayangannnya adalah nyata, terbalik, dan diperbesar.
Jika benda berada di ruang III, maka bayangan berada di ruang II. Sifat bayangannya adalah nyata, terbalik, dan diperkecil.
Apabila suatu benda diletakkan di pusat lengkungan cermin cekung, bayang-bayang yang terbentuk adalah sejati, terbalik, dan besarnya sama dengan ukuran bendanya. Bayang-bayang itu juga sejati dan terbalik kalau bendanya diletakkan lebih jauh dari cermin daripada pusat lengkungan. Dalam hal ini, bayang-bayangnya akan lebih kecil dari bendanya. Bayang-bayang itu akan mengecil ke suatu titik seolah-olah bendanya bergerak sangat jauh dari pusat lengkungnya.
Sedangkan cermin cembung disebut juga cermin sefris, jika pantulan terjadi pada permukaan luar berbentuk sefris sehingga pusat permukaan cermin mengembung keluar. Sama dengan cermin cekung, cermin cembung juga mempunyai tiga sinar istimewa. Karena jarak fokus dan pusat kelengkungan cermin cembung berada di belakang cermin maka ketiga sinar istimewa pada cermin cembung tersebut adalah:
ΓΌ  Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan melalui titik fokus

ΓΌ  Sinar datang melalui titik fokus dipantulkan sejajar dengan sumbu utama

ΓΌ  Sinar datang menuju titik pusat kelengkungan cermin dipantulkan kembali melalui titik pusat kelengkungan juga

Sifat Bayangan Pada Cermin Cembung
  • Sifat bayangan pada cermin cembung selalu maya yang kelihatannya terletak dibelakang cermin, tegak, dan diperkecil.



B.     LENSA
Lensa adalah sebuah benda tembus cahaya, seperti kaca, yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menahan sinar cahaya dan membelokkannya dengan pembiasan sehingga bertemu dengan satu fokus. Lensa sederhana mempunyai dua sisi permukaan yang umumnya berbentuk bulatan.Fungsi lensa adalah “membelokkan” cahaya sedemikian rupa sehingga dapat “dipusatkan” atau difokuskan, dan juga “dibelokkan” atau dibiaskan sehingga menimbulkan “bayangan” yang diperbesar atau di perkecil, sesuai keinginan.
Ada dua jenis lensa, yaitu :
 lensa cembung, tengahnya lebih tebal daripada pinggirnya. Sinar cahaya yang sejajar dengan sumbu mengumpul atau bertemu pada satu titik dibelakang lensa. Titik ini merupakan fokus utama.
Sinar-sinar istimewa pada lensa cembung adalah:
ΓΌ Sinar datang sejajar sumbu utama dibiaskan melalui titik fokus.
ΓΌ Sinar datang yang melalui titik pusat lensa tidak mengalami pembiasan
ΓΌ Sinar datang melalui titik fokus akan dibiaskan sejajar sumbu utama

Sifat Bayangan pada Lensa Cembung
§  Jika benda di ruang I, maka bayangan yang terbentuk adalah maya, tegak, diperbesar.
§  Jika benda di ruang II, maka bayangan yang terbentuk adalah nyata, terbalik, diperbesar.
§  Jika benda di ruang III, maka bayangan yang terbentuk adalah nyata, terbalik, diperkecil.
a.          lensa cekung lebih tebal pada bagian pinggir daripada bagian tengahnya. Kalau sinar cahaya yang sejajar dengan sumbu utama melewati lensa, cahaya akan tersebar. Dalam hal ini, sinar seolah-olah datang dari fokus maya pada sisi yang sama dari lensa sebagai sumber cahaya.
Sinar-sinar istimewa pada lensa cekung adalah:
ΓΌ Sinar datang sejajar sumbu utama dibiaskan seolah-olah berasal dari titik fokus F1

ΓΌ Sinar datang yang melalui titik pusat lensa tidak mengalami pembiasan

ΓΌ Sinar datang yang seolah-olah menuju titik fokus, dibiaskan sejajar dengan sumbu utama

Sifat Bayangan pada Lensa Cekung
§  Sifat bayangannya selalu maya, tegak, dan diperkecil




       

Sifat-sifat lensa
Sebuah lensa cembung mempunyai sifat bahwa bila seberkas sinar yang parallel dengan sumbu melalui lensa itu, maka berkas sinar itu berkumpul ke sebuah titik fokus dan membentuk sebuah bayangan nyata di titik tersebut. Lensa seperti itu dinamakan sebuah lensa pengumpul (lensa konvergen). Demikian juga, sinar-sinar yang lewat melalui titik fokus muncul keluar dari lensa itu sebagai seberkas sinar parallel.
Adapun sebuah lensa cekung itu disebut dengan lensa divergen, dimana berkas sinar parallel yang masuk pada lensa itu berpencar setelah refraksi.Dengan demikian, setiap lensa yang lebih tebal dipusatnya daripada ditepinya adalah sebuah lensa konvergen dengan f yang positif, dan setiap lensa yang lebih tebal ditepinya daripada di pusatnya adalah sebuah lensa divergen dengan f yang negatif.

Mikroskop
Penggunaan lup untuk mengamati benda-benda kecil ada batasnya. Jika kita menggunakan lup yang berjarak fokus kecil untuk mendapatkan perbesaran yang lebih besar, bayangan yang diperoleh tidak sempurna. Untuk itu, diperlukan mikroskop. Dengan memakai mikroskop kita dapat mengamati benda atau hewan renik, seperti bakteri dan virus yang tidak dapat dilihat mata secara langsung ataupun dengan memakai lup. Jenis mikroskop mutakhir yang sudah dibuat manusia adalah mikroskup elektron. Dalam subbab ini akan dipelajari mikroskop cahaya yang proses kerjanya memanfaatkan lensa cembung dengan menerapkan pembiasan cahaya.
Mikroskop cahaya mempunyai bagian utama berupa dua lensa cembung. Lensa yang menghadap benda disebut lensa objektif dan yang dekat ke mata disebut lensa okuler. Jarak fokus lensa objektif lebih kecil dari jarak fokus lensa okuler. Selain itu, mikroskop dilengkapi dengan cermin cekung yang berfungsi untuk mengumpulkan cahaya pada objek preparat yang akan diamati. Untuk mengatur panjang mikroskop agar diperoleh bayangan dengan jelas digunakan makrometer dan mikrometer.
1.      Dasar kerja mikroskop
Obyek atau benda yang diamati harus diletakkan di antara Fob dan 2Fob, sehingga lensa obyektif membentuk bayangan nyata, terbalik dan diperbesar. Bayangan yang dibentuk lensa obyektif merupakan benda bagi lensa okuler. Lensa okuler berperan seperti lup yang dapat diatur/digeser-geser sehingga mata dapat mengamati dengan cara berakomodasi atau tidak berakomodasi.
2.      Pengamatan dengan akomodasi maksimum
Untuk pengamatan dengan akomodasi maksimum, maka bayangan yang dibentuk oleh lensa okuler harus jatuh pada titik dekat mata (PP). Perhatikan gambar !

Perbesaran yang diperoleh adalah merupakan perbesaran oleh lensa obyektif dan lensa okuler yaitu:
M = Moby x Mok
M = (Si/So) x (PP/f okuler + 1)

3.      Pengamatan dengan mata tidak berakomodasi
Untuk pengamatan dengan mata tidak berakomodasi, maka bayangan yang dibentuk oleh lensa okuler harus berada pada titik jauh mata. Perhatikan gambar !
Perbesaran yang diperoleh adalah merupakan perbesaran oleh lensa obyektif dan lensa okuler yaitu:
M = Moby x Mok
M = (Si/So) x (PP/f okuler)

4.      Panjang Mikroskop
Panjang mikroskop adalah jarak lensa obyektif terhadap lensa okuler dirumuskan :
4.1.Untuk mata berakomodasi
d = Si (ob) + So (ok)
Keterangan :
d          = panjang mikroskop
Si (ob)  = jarak bayangan lensa obyektif
So (ok) = jarak benda lensa okuler

4.2.Untuk mata tidak berakomodasi
d = Si (ob) + f (ok)
Keterangan :
d = panjang mikroskop
Si (ob) = jarak bayangan lensa obyektif
f (ok) = jarak fokus lensa okuler

e.       Teropong Bintang
Teropong bintang disebut juga teropong astronomi.
- terdiri dari 2 buah lensa cembung.
- jarak fokus lensa obyektif lebih besar dari jarak fokus lensa okuler.
1)      Dasar Kerja Teropong
Obyek benda yang diamati berada di tempat yang jauh tak terhingga, berkas cahaya datang berupa sinar-sinar yang sejajar. Lensa obyektif berupa lensa cembung membentuk bayangan yang bersifat nyata, diperkecil dan terbalik berada pada titik fokus.
Bayangan yang dibentuk lensa obyektif menjadi benda bagi lensa okuler yang jatuh tepat pada titik fokus lensa okuler.
2)      Penggunaan dengan mata tidak berkomodasi
Untuk penggunaan dengan mata tidak berkomodasi, bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif jatuh di titik fokus lensa okuler.
3)      Perbesaran anguler yang diperoleh adalah :
M = f (ob) / f (ok)
4)      Panjang teropong adalah :
M = f (ob) + f (ok)
Penggunaan dengan mata berkomodasi maksimal
Untuk penggunaan dengan mata berkomodasi maksimal bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif jatuh diantara titik pusat bidang lensa dan titik fokus lensa okuler.
Perbesaran anguler dapat diturunkan sama dengan penalaran pada pengamatan tanpa berakomodasi dan didapatkan :
M = f (ob) / So (ok)
Panjang teropong adalah :
M = f (ob) + So (ok)



f.       Teropong Bumi
Teropong prisma terdiri atas dua pasang lensa cembung (sebagai lensa objektif dan lensa okuler) dan dua pasang prisma kaca siku-siku samakaki. Sepasang prisma yang diletakkan berhadapan, berfungsi untuk membelokkan arah cahaya dan membalikkan bayangan.
Bayangan yang dibentuk lensa objektif bersifat nyata, diperkecil, dan terbalik. Bayangan nyata dari lensa objektif menjadi benda bagi lensa okuler. Sebelum dilihat dengan lensa okuler, bayangan ini dibalikkan oleh sepasang prisma siku-siku sehingga bayangan akhir dilihat maya, tegak, dan diperbesar. Perbesaran bayangan yang diperoleh dengan memakai teropong prisma sama dengan teropong bumi.Beberapa keuntungan praktis dari teropong prisma dibandingkan teropong yang lain :
1.      Menghasilkan bayangan yang terang, karena berkas cahaya dipantulkan sempurna oleh bidang-bidang prisma.
2.      Dapat dibuat pendek sekali, karena sinarnya bolak-balik 3 kali melalui jarak yang sama (dipantulkan 4 kali oleh dua prisma).
3.      Daya stereoskopis diperbesar, dua mata melihat secara bersamaan
4.      Dengan adanya prisma arah cahaya telah dibalikkan sehingg terlihat bayangan akhir bersifat maya, diperbesar dan tegak.

[ ... ]
 

mejiaprillia.blogspot.com Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez